KONTENBOLA.COM – Chelsea dan Manchester City menunjukkan dominasinya di bursa transfer, bukan hanya dalam membeli pemain bintang, melainkan dalam menjual fringe players (pemain cadangan) dengan keuntungan bersih yang melonjak tinggi.
Di bawah kepemilikan ClearLake Capital, Chelsea menerapkan pendekatan layaknya private equity. Mereka mendatangkan pemain muda berbakat dengan kontrak jangka panjang dan beban gaji yang tergolong rendah. Mekanisme ini memanfaatkan prinsip amortisasi FFP/PSR, di mana beban transfer dibagi rata selama masa durasi kontrak.

Hasilnya, pemain seperti Andre Santos, Noni Madueke, hingga Lesley Ugochukwu tetap bisa dilepas dengan angka profit saat ada klub pembeli yang tertarik. Langkah serupa ditunjukkan Manchester City yang sukses melepas Savinho hingga Omar Marmoush dengan nilai transfer yang terjaga.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan Manchester United yang kerap rugi saat melepas pemain. Struktur gaji tinggi yang diberikan di era sebelumnya membuat Setan Merah kesulitan melego pemain seperti Marcus Rashford atau Jadon Sancho dengan harga ideal di pasar transfer.
Rizky Ananda adalah penulis sepak bola di KontenBola.com yang berfokus pada berita bola, jadwal pertandingan, hasil laga, kabar transfer, dan ulasan klub. Ia menyajikan konten dengan bahasa yang ringan, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca Indonesia.



Leave a Reply