KONTENBOLA.COM – Kabar mengejutkan datang dari London Utara. Arsenal dilaporkan sedang berada di ambang batas pengeluaran (spending limit) yang ditetapkan oleh UEFA. Kondisi ini memaksa manajemen The Gunners untuk memutar otak, yang berujung pada ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal bagi para staf di belakang layar.

Menurut berbagai laporan media Inggris seperti The Telegraph dan The Athletic, Arsenal telah menyewa firma konsultan terkemuka, Boston Consulting Group (BCG). Objektif utamanya adalah menganalisis area bisnis yang bisa dibuat lebih efektif. Awalnya, evaluasi ini hanya menyasar staf non-teknis, namun belakangan merambat hingga ke staf area teknis lapangan. Ironisnya, ancaman PHK ini datang hanya empat bulan setelah mereka merayakan gelar juara dan bertepatan dengan wacana kontrak baru Mikel Arteta yang akan menjadikannya salah satu manajer bergaji termahal di dunia.
Ketatnya rasio biaya skuad (squad cost ratio) UEFA yang hanya memperbolehkan 75% dari pemasukan menjadi alasan utama. Arsenal sebelumnya diketahui jor-joran di bursa transfer dan bahkan sempat berencana mencari celah aturan demi mendatangkan bintang seperti Vinicius Junior atau Julian Alvarez, meski akhirnya gagal.

Di tengah ketegangan manajemen, Mikel Arteta justru terus menerapkan metode radikal di skuadnya untuk mengasah adaptasi. Sang manajer dilaporkan sengaja membuat ruang ganti lebih panas, menunda bus tim, hingga menyingkirkan kasur pijat (massage table). Tujuannya agar para pemain tidak panik saat menghadapi situasi tak terduga, seperti insiden keterlambatan pesawat mereka saat bertandang ke Napoli baru-baru ini.
Rizky Ananda adalah penulis sepak bola di KontenBola.com yang berfokus pada berita bola, jadwal pertandingan, hasil laga, kabar transfer, dan ulasan klub. Ia menyajikan konten dengan bahasa yang ringan, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca Indonesia.



Leave a Reply