KONTENBOLA.COM — Guncangan politik melanda badan tertinggi sepak bola dunia (FIFA). Football Association (FA) Inggris bekerja sama dengan UEFA secara resmi melayangkan surat ke markas FIFA untuk menarik dukungan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Langkah drastis ini dipicu oleh skandal proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diajukan oleh Infantino. Dalam proposal tersebut, beredar rumor rencana kenaikan gaji fantastis sang presiden dari €2,5 juta menjadi €25 juta per tahun.
Peta Kekuatan Politik Sepak Bola Dunia
Gerakan mosi tidak percaya yang diinisiasi FA Inggris mulai diikuti oleh beberapa federasi Eropa lainnya, termasuk FA Skotlandia. Kendati demikian, perjuangan UEFA dan CONCACAF untuk mengumpulkan lebih dari 50% suara federasi anggota menghadapi tembok tebal.
Gianni Infantino masih mengantongi dukungan solid dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dengan 54 anggota, serta mayoritas negara Asia (AFC) seperti Indonesia, Maroko, Qatar, Sri Lanka, dan Lebanon.

Untuk mempertahankan posisinya, Infantino kabarnya telah menjalin komunikasi khusus dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, guna mengamankan pengaruh politik menjelang gelaran piala dunia. Jika gerakan mosi tidak percaya ini gagal, federasi-federasi kecil yang menentang Infantino berisiko menghadapi pengetatan pendanaan dan insentif program pengembangan FIFA.
Rizky Ananda adalah penulis sepak bola di KontenBola.com yang berfokus pada berita bola, jadwal pertandingan, hasil laga, kabar transfer, dan ulasan klub. Ia menyajikan konten dengan bahasa yang ringan, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca Indonesia.



Leave a Reply