KONTENBOLA.COM — Rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk komersialisasi Piala Dunia melalui skema FIFA Forward Enterprise mendapat penolakan masif dari berbagai federasi sepak bola dunia. Proyek yang berencana melepas 21% saham Piala Dunia ke pihak swasta tersebut memicu reaksi keras dari konfederasi internasional.
Setelah UEFA secara tegas menyuarakan penolakan dan mengancam pemboikotan, dua konfederasi besar lainnya—CONCACAF dan AFC—resmi menyatakan sikap serupa. Penolakan dari ketiga konfederasi ini merepresentasikan lebih dari 67% total anggota federasi di bawah naungan FIFA.

Gelombang Mosi Tidak Percaya
Penolakan masif ini memicu tekanan politik tinggi terhadap Gianni Infantino. Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, secara terbuka menyebut bahwa Infantino bukan lagi sosok yang tepat untuk memimpin organisasi tertinggi sepak bola dunia tersebut.

Laporan eksklusif menyebutkan bahwa UEFA mulai menginisiasi langkah politik di Kongres FIFA untuk menggelar vote of no confidence (mosi tidak percaya) guna melengserkan Infantino sebelum masa jabatannya berakhir.
Dukungan Minoritas Termasuk Indonesia
Di tengah gelombang penolakan global, hanya ada dua ketua federasi sepak bola yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap program FIFA Enterprise ini, yakni Presiden Federasi Sepak Bola Republik Ceko, David Trunda, dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Erick menyatakan bahwa transformasi sepak bola Indonesia saat ini memerlukan dukungan pendanaan yang besar untuk menjaga keberlanjutan program nasional.
Rizky Ananda adalah penulis sepak bola di KontenBola.com yang berfokus pada berita bola, jadwal pertandingan, hasil laga, kabar transfer, dan ulasan klub. Ia menyajikan konten dengan bahasa yang ringan, jelas, dan mudah dipahami oleh pembaca Indonesia.



Leave a Reply